Minggu, 07 Oktober 2012

Menanti Sang Waktu

    Hari yang melelahkan, penuh dengan aktifitas dan kesibukan. Setelah pada posting-an sebelumnya membahas galau-galauan, kini admin akan membahas tentang hal yang sama. -_-" . Lagi-lagi galau, gak ada bosan-bosannya untuk galau bareng blog ini, ya, sesuai judulnya "Ungkapan Hati".

    Menanti. Ya, lagi-lagi menanti dan bersabar. Dalam sebuah kisah kelam ditemani kesunyian. Mencari setitik pelita dalam gelap gulita. Berharap angin segera berhembus menuju barat. Terkadang aku berfikir, untuk apa aku kembali melakukan hal konyol yg pada ending-nya hanya menyebabkan luka lama itu kembali bernanah dan terluka. Namun, ada suatu dorongan yg membuatku yakin, aku takkan jatuh kedalam lubang yg sama, aku yakin sebuah cahaya akan terpancar indah diakhir tetesan keringatku.

    Awalnya juga aku udah bosan sama yg namanya menunggu, menunggu dan menunggu, itu alasan yg paling bvllsh!t yg slalu aku denger ktika seseorang nembak cewek.

X: "Neng, kalo boleh jujur abang suka sama eneng." (Cengar-cengir sendiri).
Si Eneng: "Ayambener, ayamlado, ayamgoreng, abang pasti cuma becanda kan?" (Senyum-senyum)
X: "Ih si eneng, abang serius neng!" (Tunjukin tampang ade ray. --")
Si Eneng: "Kalo boleh jujur, eneng juga suka ama abang, jujur ya. Tapi, eneng butuh waktu buat move on dulu dari mantan eneng." (Pasang muka sesedih mungkin. T_T.)
X: "Berapa lama eneng?" (Mata mulai berkaca-kaca di spion mobil orang lain. #Maksud)
Si Eneng: "2 Tahun doank bang" (Senyuman perpisahan)
X: "2 Tahun? Cepet amat! :'( " (Tabrakin diri ke FUSO)

    Paling tragisnya setelah nunggu begitu lama, jawabannya menyakitkan:

    2 Tahun kemudiaaaan..

X: "Neng, skrg kan udah 2 tahun, boleh donk abang tau jawaban isi hati eneng?" (Badan penuh perban, kaki patah, tangan amputasi. --")
Eneng: "jujur ya bang sebenarnya eneng pingin bged bisa pcaran sama abang, tapi apa boleh buat mungkin kita emang gak jodoh, eneng udah balikan ama mantan." (Nangis, cara: tetesin obat mata)
X: (TABRAKIN DIRI KE PESAWAT TERBANG! "Galau Airways")

    Nah, itulah yg sumpah bikin nyesek banget, tapi di posting-an ini aku pingin berterima kasih sebanyak2nya, first, Allah SWT yg masih ngasih aku kesempatan untuk nulis postingan ini, Salawat dan Salam kepada Rasulullah SAW yg alhamdulillah berkat beliau aku sudah bisa nge-rasain dunia yg aman dan damai, sehingga untuk nulis ini lancar tanpa hambatan. Second, to my best friend iPad (Institute of IPA DUA) yg slalu support aku dalam keadaan sesulit apapun, terutama M2A (efek belum dapat sign dari keduanya) yg udah ngajarin aku bersabar utk menjalani kisah tragis hidup aku ini T_T (#AlayMampos).

    Kembali ke kisah, berkat support2 temen-temen, aku mulai melupakan kisah suram yg lama tlah terbakar menjadi abu. Memulai mencoret lembaran baru dan akan kucoba melukisnya seindah mungkin. Bicara tentang perasaan hanya Tuhan yg tahu, sebagai hamba-Nya kita hanya bisa berharap mendapatkan hasil yg terbaik. Mungkin dalam detik-detik ini yg hanya dapat aku berikan hanyalah perhatian, dan aku akan menanti sang waktu untuk mengungkapkan segalanya. Semoga mendapat hasil yg terbaik. Doain admin ya.. :)

Sekian kisah hari ini. (y)

"...aku mulai melupakan kisah suram yg lama tlah terbakar menjadi abu. Memulai mencoret lembaran baru dan akan kucoba melukisnya seindah mungkin..."

0 komentar:

Posting Komentar