Sabtu, 20 Oktober 2012

Luapan Perasaan

Hari ini, aku pingin banget posting tentang semua unek-unek aku, mulai dari problema dari keluarga, teman bahkan sampai orang yg aku cintai. Terkadang aku berfikir, begitu buruknya kisah hidupku, yang hanya dipenuhi problematika dan peroblematika, kadang juga aku selalu berfikir, aku ingin segera mengakhiri kisah yg penuh sayatan luka ini, perih sekali luka ini...

20102012
Pedih, layaknya teriris pisau dan disirami percikan cuka. Perih sekali, ingin rasanya sang malaikat maut menjemputku saat ini, mengakhiri kisah ini, dan menangis abadi. Perasaan ini seakan terlindas jutaan keegoan dan terludahi oleh gumpalan kenangan. Ingin rasanya beribu caci maki aku ucapkan hari ini, entah itu kepada siapapun, bahkan kepada Tuhan sekalipun. Jujur, hati ini sakit sekali, disaat semua pengorbanan hanya terludahi dan tak pernah dihargai. Menangis? Puluhan ribu tetesan air mata telah tertumpahkan, bahkan andaikan darah ikut mengalir, aku yakin itu semua akan terjadi. Lelah mata ini untuk terus menumpahkan airnya, lelah hati ini untuk terus teriris dan terluka, pedih!.


Hampir aja aku nge-tweet kata-kata ini, jujur hari ini aku frustasi, bahkan aku merasa Tuhan gak adil, aku merasa doa aku selama ini, gak pernah terkabulkan, aku hanya ingin ada sedikit dihatinya, sedikit saja. Aku berdoa untuk bisa mendampingi hidupnya hingga akhir hayatku, namun hasilnya apa?! Aku cuma mendapatkan ludah, aku hanya menjadi patung nestapa dan terselimuti pilu, yang selalu berkorban mati-matian, dan selalu menangis, menjadi lelaki lemah. Aku bahkan ingin berhenti berharap, entah kepadanya atau kepada Tuhan sekalipun, Aku merasa tersiksa dengan semua ini, seakan semua perubahan ini tak berarti sekalipun. Andaikan aku boleh memohon untuk yang terakhir kali Tuhan, izinkan aku pergi dari kisah ini, dan biarkan aku hilang walaupun aku harus dicampakkan ke neraka sekalipun, aku rela. Aku ingin mengakhiri semua ini.. :')

Beranjak pergi dan bangkit dari keterpurukan
berharap akhiran hembusan nafas akhiri semua
bahagia itu seakan sirna diterpa badai keegoan
berlumuran air mataku dalam kisah ini

Izinkan aku pergi, Tuhan!
daripada aku harus mengingkari kebesaran-Mu
aku tak ingin harus tenggelam dalam kehancuran
aku ingin Engkau kabulkan 1 permohonan ini

Dia telah memilih pelabuhan hatinya, Tuhan!
aku tak ingin berenang hanya untuk menyakitinya
aku berjanji, Tuhan, akan mencoba tetap tersenyum
disaat aku melihatnya tangannya digenggam oleh yg lain
disaat aku harus melihatnya menangis dipundak yg lain
aku berjanji, Tuhan, asalkan ia bahagia
walaupun hati ini menangis dan tertusuk karatan kemunafikan

"Aku berdoa untuk bisa mendampingi hidupnya hingga akhir hayatku, namun hasilnya apa?!.."

0 komentar:

Posting Komentar