Postingan ini termasuk postingan dengan judul galau yg PH-nya rendah. -_-". Postingan ini sangat behubungan dg postingan sebelumnya. Mau dibaca lagi? Emangnya belum dibaca? Wah parah! Nampaknya pengunjung baru nih. Langsung aja ke TKP. "disini"...
Hari, tanggal, bulan dan tahun yang gak akan aku lupain dalam hidup aku. Oh iya, aku lupa tepatnya pada pukul 15.24 (^_^), semua udah tercatat dgn indah. "Emangnya kenapa min dgn tanggal, bulan dan tahun itu?", Maaaaf, lupaaa. Disaat itulah aku temukan pelabuhan terakhirku, seseorang yg sangat special, seseorang yg aku yakin dapat memberikan warna kehidupan untukku, seseorang yg akan sangat berarti dalam detik-detik denyutan nadiku. She's "The Special One" for me, Hafsah Sundaria..
Aku akhirnya percaya kalau jatuh cinta tidak pernah mengenal waktu, disaat awal aku dan dia hanya sebatas teman blogger dan twitteran. Ngomong2 soal twitter, follow me @elhastha. (^_^) Perhatian dan kedekatan mengubah persahabatan itu menjadi untaian cinta. Awalnya aku gak yakin dengan apa yang aku rasain, seakan gak mungkin hal itu terjadi.
Detik demi detik terus berjalan, perasaan itu semakin menyakitiku, karena aku sadar didalam hatinya tak terlukis nama aku. Terkadang aku ingin melupakan segala hal yg aku rasakan, aku ingin tersadar dari mimpi panjang yg tak akan mungkin menjadi nyata. Terkadang aku ingin terbang, menembus jutaan dimensi lapisan kegalauan dan tak akan pernah kembali untuk merasakan setiap hembus dan tarikan nafas. Namun, kesabaran dan perhatian telah memutarkan kisah tsb, perasaan yg pada awalnya hanya lamunan senja, kini terbalaskan dan menjadi sebuah kisah indah dalam hidupku.
Awal dimana luka semakin perih, 27 September 2012. Disaat mimpi buruk itu menjadi nyata, aku disadarkan untuk terbangun dari lamunan, dan dia mengharapkan aku dan dia hanya sebatas teman. Tertunduk layu, berhenti diantara jutaan kegelapan, menatap labirin kegalauan seakan tak percaya bahwa rasa itu hanya kehampaan. Saat itu aku sedikit demi sedikit mulai melupakan perasaan impian itu, berharap hanya akan menjadi suatu kisah tanpa makna. Namun, support teman-teman yg meyakinkanku untuk tetap yakin dan optimis, "Berikan perhatian dan tunjukkan bukti perasaanmu, itulah senjata ampuh untuk meluluhkan segalanya." ~ Maya Permatasari.
Pesan itu yang membangkitkanku dari lamunan kegalauan, tanpa perhatian yg lebih seseorang tak akan pernah yakin kalau kita mencintainya. Mulai detik, aku berjanji akan membuktikan semuanya dan akan menerima apapun yg terjadi walaupun harus kembali menahan perih. Hari demi hari semua hanya untuknya, semenitpun tak mampu aku tinggalkan untuknya, menanyakan tentangnya, kabarnya, itulah rutinitas kegalauan yg aku lakukan. Terkadang aku berfikir, apa yg akan aku perbuat andai semua pengorbanan itu bernilai 0, mungkin aku akan terjatuh menghantam bumi dari khayalan tinggiku.
8 Oktober 2012, aku memilih hari ini untuk mengungkapkan semuanya dan bersiap menerima andaikan aku harus terjatuh lagi. Menjalani rutinitas seperti biasanya sebagai Siswa kelas 3 SMAN 3 B. Aceh. Semuanya telah aku persiapkan mulai dari mental, fisik, dan terutama hati agar aku dapat tegar walaupun terhantam badai sekalipun. Hari Minggu, 7 Oktober 2012, aku telah menggambar dan melukis sebuah tulisan dgn efek mirror (Dalam waktu dekat mimin posting gambarnya) dan juga aku ngasih PR "Kamu itu Jose Mourinho aku..", aku nyuruh si dia nyari arti alias julukan "Jose Mourinho" (Mimin Madridista Sejati looh). Hari itu aku mengajaknya untuk makan siang bareng, supaya aku bisa Shooting (Nembak-red) disana. Namun, semua sia-sia, dia ingin pulang karena kebetulan pada hari itu dia lagi gak enak badan. Apa boleh buat, walaupun hati ini kecewa, namun aku harus terima, mungkin emang belum saatnya..
Waktupun terus bergulir, seiring bergulirnya waktu, perasaan ini semakin tenggelam dalam kekecewaan, toh seseorang juga berhak memilih, aku juga sadar aku gak perfect, jadi biarlah dia mencari dan menemukan yg lebih baik. Tiba-tiba HP-ku berdering, 1 sms masuk. Kulihat ternyata dari si dia. "Lagi dimana?", diantara beribu kekecewaan aku coba tetap membalas sms-nya, aku katakan kalau aku lagi di rumah teman. SMS ke-2, "Aku lagi di KFC, kepingin es krim, kesini aja." Disini aku semakin kecewa, bukan cuma aku, tapi juga teman2 seperjuangan, kenapa orang sakit ke KFC makan es krim lagi. Namun, mereka tetap support untuk kesana, optimis dan husnudzan aja saran mereka. Dengan sepeda energi listrik mini, aku dan gatot menuju sekolah untuk mengambil sepeda motorku, dan tanpa pikir panjang aku segera terbang kesana. Eits, tunggu dulu, isi bensin di SPBU terdekat + cuci muka dulu supaya gak kusam kali. (-___-"). Akhirnya tibalah aku disana...
Duduk, termenung, nervous, semua bercampuk aduk menjadi satu. Melihat wajahnya sana aku gugup layaknya bicara dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono, belum lagi untuk mengungkapkan semua. HP-ku lagi-lagi berdering, 1 sms masuk, dari Maya "Jangan sibuk sama HP, tarik nafas, ngomong apa yg mau diomongin.. Kami doa disini, Hala Haikal!" SMS ini gak akan aku lupain, support terbesar teman-teman aku yg buat aku berani untuk ungkapin semua. Aku mulai mencairkan suasana, mulai dari pertanyaan-pertanyaan yg gak nyambung "hingga sampailah pada saat yg berbahagia dengan selamat sentosa..." (Piagam Jakarta, Alinea 2. -___-") :
Aku: Udah dapat PR-nya?
Dia: PR yg mana?
Aku: Yg semalam haykal kasih..
Dia: Belum, apa namanya??..
Aku: Jose Mourinho itu looh..
Dia: Oh iya Jose Mourinho, emangnya bahasa apa sih?
Aku: Hehe, itu julukan cha, untuk pelatih Real Madrid
Dia: Emang julukannya apa?
Aku: The Special One cha, Btw, kamu mau gak jadi "Jose Mourinho"-nya aku?
Dia: Harus dijawab ya?
Aku: Iya donkk..
Dia: Mau..
Aku: Mau gimana? :O
Dia: Aku mau jadi pacar kamu... :)
ALHAMDULILLAH, aku ambil HP-ku, aku sms ke Maya "SUKSES", HP-ku terus menerus bergetar dipenuhi ucapan selamat dari teman-teman, Bahagianya. Akhirnya kutemukan pelabuhan terakhirku. Kan kujaga hingga akhir hembusan nafasku. Semoga kisah mimin diatas dapat diambil hikmahnya, Amiin.
Sekian untuk hari yang Indah ini. (y)
♡ 8 10 12 ♡Hari Senin, Tanggal 8, Bulan 10, Tahun 2012.
Hari, tanggal, bulan dan tahun yang gak akan aku lupain dalam hidup aku. Oh iya, aku lupa tepatnya pada pukul 15.24 (^_^), semua udah tercatat dgn indah. "Emangnya kenapa min dgn tanggal, bulan dan tahun itu?", Maaaaf, lupaaa. Disaat itulah aku temukan pelabuhan terakhirku, seseorang yg sangat special, seseorang yg aku yakin dapat memberikan warna kehidupan untukku, seseorang yg akan sangat berarti dalam detik-detik denyutan nadiku. She's "The Special One" for me, Hafsah Sundaria..
Aku akhirnya percaya kalau jatuh cinta tidak pernah mengenal waktu, disaat awal aku dan dia hanya sebatas teman blogger dan twitteran. Ngomong2 soal twitter, follow me @elhastha. (^_^) Perhatian dan kedekatan mengubah persahabatan itu menjadi untaian cinta. Awalnya aku gak yakin dengan apa yang aku rasain, seakan gak mungkin hal itu terjadi.
Detik demi detik terus berjalan, perasaan itu semakin menyakitiku, karena aku sadar didalam hatinya tak terlukis nama aku. Terkadang aku ingin melupakan segala hal yg aku rasakan, aku ingin tersadar dari mimpi panjang yg tak akan mungkin menjadi nyata. Terkadang aku ingin terbang, menembus jutaan dimensi lapisan kegalauan dan tak akan pernah kembali untuk merasakan setiap hembus dan tarikan nafas. Namun, kesabaran dan perhatian telah memutarkan kisah tsb, perasaan yg pada awalnya hanya lamunan senja, kini terbalaskan dan menjadi sebuah kisah indah dalam hidupku.
Awal dimana luka semakin perih, 27 September 2012. Disaat mimpi buruk itu menjadi nyata, aku disadarkan untuk terbangun dari lamunan, dan dia mengharapkan aku dan dia hanya sebatas teman. Tertunduk layu, berhenti diantara jutaan kegelapan, menatap labirin kegalauan seakan tak percaya bahwa rasa itu hanya kehampaan. Saat itu aku sedikit demi sedikit mulai melupakan perasaan impian itu, berharap hanya akan menjadi suatu kisah tanpa makna. Namun, support teman-teman yg meyakinkanku untuk tetap yakin dan optimis, "Berikan perhatian dan tunjukkan bukti perasaanmu, itulah senjata ampuh untuk meluluhkan segalanya." ~ Maya Permatasari.
Pesan itu yang membangkitkanku dari lamunan kegalauan, tanpa perhatian yg lebih seseorang tak akan pernah yakin kalau kita mencintainya. Mulai detik, aku berjanji akan membuktikan semuanya dan akan menerima apapun yg terjadi walaupun harus kembali menahan perih. Hari demi hari semua hanya untuknya, semenitpun tak mampu aku tinggalkan untuknya, menanyakan tentangnya, kabarnya, itulah rutinitas kegalauan yg aku lakukan. Terkadang aku berfikir, apa yg akan aku perbuat andai semua pengorbanan itu bernilai 0, mungkin aku akan terjatuh menghantam bumi dari khayalan tinggiku.
8 Oktober 2012, aku memilih hari ini untuk mengungkapkan semuanya dan bersiap menerima andaikan aku harus terjatuh lagi. Menjalani rutinitas seperti biasanya sebagai Siswa kelas 3 SMAN 3 B. Aceh. Semuanya telah aku persiapkan mulai dari mental, fisik, dan terutama hati agar aku dapat tegar walaupun terhantam badai sekalipun. Hari Minggu, 7 Oktober 2012, aku telah menggambar dan melukis sebuah tulisan dgn efek mirror (Dalam waktu dekat mimin posting gambarnya) dan juga aku ngasih PR "Kamu itu Jose Mourinho aku..", aku nyuruh si dia nyari arti alias julukan "Jose Mourinho" (Mimin Madridista Sejati looh). Hari itu aku mengajaknya untuk makan siang bareng, supaya aku bisa Shooting (Nembak-red) disana. Namun, semua sia-sia, dia ingin pulang karena kebetulan pada hari itu dia lagi gak enak badan. Apa boleh buat, walaupun hati ini kecewa, namun aku harus terima, mungkin emang belum saatnya..
Waktupun terus bergulir, seiring bergulirnya waktu, perasaan ini semakin tenggelam dalam kekecewaan, toh seseorang juga berhak memilih, aku juga sadar aku gak perfect, jadi biarlah dia mencari dan menemukan yg lebih baik. Tiba-tiba HP-ku berdering, 1 sms masuk. Kulihat ternyata dari si dia. "Lagi dimana?", diantara beribu kekecewaan aku coba tetap membalas sms-nya, aku katakan kalau aku lagi di rumah teman. SMS ke-2, "Aku lagi di KFC, kepingin es krim, kesini aja." Disini aku semakin kecewa, bukan cuma aku, tapi juga teman2 seperjuangan, kenapa orang sakit ke KFC makan es krim lagi. Namun, mereka tetap support untuk kesana, optimis dan husnudzan aja saran mereka. Dengan sepeda energi listrik mini, aku dan gatot menuju sekolah untuk mengambil sepeda motorku, dan tanpa pikir panjang aku segera terbang kesana. Eits, tunggu dulu, isi bensin di SPBU terdekat + cuci muka dulu supaya gak kusam kali. (-___-"). Akhirnya tibalah aku disana...
Duduk, termenung, nervous, semua bercampuk aduk menjadi satu. Melihat wajahnya sana aku gugup layaknya bicara dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono, belum lagi untuk mengungkapkan semua. HP-ku lagi-lagi berdering, 1 sms masuk, dari Maya "Jangan sibuk sama HP, tarik nafas, ngomong apa yg mau diomongin.. Kami doa disini, Hala Haikal!" SMS ini gak akan aku lupain, support terbesar teman-teman aku yg buat aku berani untuk ungkapin semua. Aku mulai mencairkan suasana, mulai dari pertanyaan-pertanyaan yg gak nyambung "hingga sampailah pada saat yg berbahagia dengan selamat sentosa..." (Piagam Jakarta, Alinea 2. -___-") :
Aku: Udah dapat PR-nya?
Dia: PR yg mana?
Aku: Yg semalam haykal kasih..
Dia: Belum, apa namanya??..
Aku: Jose Mourinho itu looh..
Dia: Oh iya Jose Mourinho, emangnya bahasa apa sih?
Aku: Hehe, itu julukan cha, untuk pelatih Real Madrid
Dia: Emang julukannya apa?
Aku: The Special One cha, Btw, kamu mau gak jadi "Jose Mourinho"-nya aku?
Dia: Harus dijawab ya?
Aku: Iya donkk..
Dia: Mau..
Aku: Mau gimana? :O
Dia: Aku mau jadi pacar kamu... :)
ALHAMDULILLAH, aku ambil HP-ku, aku sms ke Maya "SUKSES", HP-ku terus menerus bergetar dipenuhi ucapan selamat dari teman-teman, Bahagianya. Akhirnya kutemukan pelabuhan terakhirku. Kan kujaga hingga akhir hembusan nafasku. Semoga kisah mimin diatas dapat diambil hikmahnya, Amiin.
Sekian untuk hari yang Indah ini. (y)
"..."Berikan perhatian dan tunjukkan bukti perasaanmu, itulah senjata ampuh untuk meluluhkan segalanya." ~ Maya Permatasari. ..."
0 komentar:
Posting Komentar