Menyindiri ditenagh kabut kesejukan, meredam segala rasa, menutupi bingkaian ketidakpastian.
Hari ini melebihi kecerahan hari sebelumnya, matahari tersenyum elok, angin bertiup melepaskan jutaan kegalauan, sang burung berkicau memulai nyanyian cinta baru.
Kesedihan? Sepertinya sudah sirna, puluhan hari yg lalu. Sekarang? Coretan pena baru mulai menulis sebuah kisah dalam secarik kertas putih, merobek kisah lama, yang kuanggap tidak berguna.
Ya, kisah lama itu ibarat sampah yg harus dibuang atau malah membusuk dan akan tercium bau amis yg menyengat. Menangisi seseorang? Jangan terlalu cepat berfikir demikian, Tuhan pasti telah menciptakan yg terbaik untuk hamba-Nya. Cintailah seseorang sekedar saja, lepaskanlah dia ketika ia ingin terbang tinggi menembus segala keinginan hatinya. Yakinlah kamu akan temukan bandara baru, untuk melakukan landing.
Hari ini, aku ingin sedikit membagi cerita. Cerita bagaimana kita harus bersyukur atas anugerah yg dinamakan CINTA. Mungkin, aku tidak perlu membahas apa arti cinta, karena makna cinta hanya diri kita sendiri yg bisa mengartikannya. Ceritanya simple, aku diminta berbagi nasihat kepada dia, aku bertanya hal apa yg ingin dipertanyakan?. Sebelum anda tahu apa yg ia pertanyakan, silahkan baca puisi ini dahulu. Disini.
Hehe, puisi itu cuma untuk promote blog aku yg satu lagi. Dia bertanya, "Kal, aku sekarang lagi bimbang ni, orang yg aku cintai skrg udah berubah, dia gak kek dulu lagi. Tapi, disaat aku kesepian, datang seseorang yg memberikan apa yg aku mau. Dan salah kalo aku merasa lebih mengharapkan seseorang ini, dan melupakan orang yg pernah aku cintai?." Kalau boleh jujur, aku sebenarnya gak mau ngasih nasihat yg bersifat perasaan, karena aku gak mau karena nasihat aku, hubungan orang lain berakhir. Namun, semua pasti mengharapkan yg terbaik baginya, begitupun aku. Aku pun menjawab, "Bayangkan kalo perubahan orang yg kamu cintai itu layaknya suatu ganjalan, suatu kerikil-kerikil kecil yg mengganggu perjalanan kamu. Nah, disaat itu kamu harus hati-hati untuk berjalan, karena apabila kamu terburu-buru, bersiaplah untuk terjatuh. Sekarang, coba kamu berfikir disaat dahulu kalian melewati jalan yg mulus, bagaimana bahagianya dirimu saat itu. Maka, bersabarlah, yakinlah bahwa setelah kamu melewati jalan kerikil ini, kamu akan kembali menemukan jalan yg mulus lagi. Semua itu anugerah Tuhan, supaya kita mengerti bagaimana arti cinta yg seutuhnya." Dia mengangguk sejenak, dan kembali bertanya, "Tapi aku pingin seseorang ini tetap gak berubah dan tetap selalu memberikan perhatian ke aku, gimana?." Mulai aku lebih bingung dari sebelumnya, setelah aku fikir-fikir, aku juga pernah menjadi layaknya seseorang itu. Dan aku ceritakanlah kisah itu, "Kamu pasti tau aku pernah mencintai seseorang, walaupun cinta itu tak terbalas. Nah, disini aku sadar seseorang berhak memilih dimana tempat ia berlabuh. Sekarang tugas kamu adalah memilih, kalo seseorang itu lebih baik dari orang yg kamu cintai, tidak ada salahnya kamu meninggal orang yg kamu cintai itu. Toh, Cinta itu bukan saling menyakiti. Namun, ingat jgn terburu-buru, karena apabila kamu telah memilih jgn pernah berharap kamu dapat kembali memilih, layaknya pemilu, kamu harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat kembali memilih, ingat suara hati kamu hanya kamu yg bisa mendengar. :)." Dia pun mengangguk, dan aku rasa nasihat itu cukup untuk lebih membuka jalan hati yg mulai ditutupi kabut kegalauan.
Kesimpulannya, bersyukurlah atas segala hal, yakinlah Tuhan selalu memberikan yg terbaik. Dan pilihnya pilihan kamu dgn hati-hati, dengarlah kata hati kamu, karena kata hati akan selalu membimbing kamu menuju jalan yg lebih baik. :)
Hari ini melebihi kecerahan hari sebelumnya, matahari tersenyum elok, angin bertiup melepaskan jutaan kegalauan, sang burung berkicau memulai nyanyian cinta baru.
Kesedihan? Sepertinya sudah sirna, puluhan hari yg lalu. Sekarang? Coretan pena baru mulai menulis sebuah kisah dalam secarik kertas putih, merobek kisah lama, yang kuanggap tidak berguna.
Ya, kisah lama itu ibarat sampah yg harus dibuang atau malah membusuk dan akan tercium bau amis yg menyengat. Menangisi seseorang? Jangan terlalu cepat berfikir demikian, Tuhan pasti telah menciptakan yg terbaik untuk hamba-Nya. Cintailah seseorang sekedar saja, lepaskanlah dia ketika ia ingin terbang tinggi menembus segala keinginan hatinya. Yakinlah kamu akan temukan bandara baru, untuk melakukan landing.
Hari ini, aku ingin sedikit membagi cerita. Cerita bagaimana kita harus bersyukur atas anugerah yg dinamakan CINTA. Mungkin, aku tidak perlu membahas apa arti cinta, karena makna cinta hanya diri kita sendiri yg bisa mengartikannya. Ceritanya simple, aku diminta berbagi nasihat kepada dia, aku bertanya hal apa yg ingin dipertanyakan?. Sebelum anda tahu apa yg ia pertanyakan, silahkan baca puisi ini dahulu. Disini.
Hehe, puisi itu cuma untuk promote blog aku yg satu lagi. Dia bertanya, "Kal, aku sekarang lagi bimbang ni, orang yg aku cintai skrg udah berubah, dia gak kek dulu lagi. Tapi, disaat aku kesepian, datang seseorang yg memberikan apa yg aku mau. Dan salah kalo aku merasa lebih mengharapkan seseorang ini, dan melupakan orang yg pernah aku cintai?." Kalau boleh jujur, aku sebenarnya gak mau ngasih nasihat yg bersifat perasaan, karena aku gak mau karena nasihat aku, hubungan orang lain berakhir. Namun, semua pasti mengharapkan yg terbaik baginya, begitupun aku. Aku pun menjawab, "Bayangkan kalo perubahan orang yg kamu cintai itu layaknya suatu ganjalan, suatu kerikil-kerikil kecil yg mengganggu perjalanan kamu. Nah, disaat itu kamu harus hati-hati untuk berjalan, karena apabila kamu terburu-buru, bersiaplah untuk terjatuh. Sekarang, coba kamu berfikir disaat dahulu kalian melewati jalan yg mulus, bagaimana bahagianya dirimu saat itu. Maka, bersabarlah, yakinlah bahwa setelah kamu melewati jalan kerikil ini, kamu akan kembali menemukan jalan yg mulus lagi. Semua itu anugerah Tuhan, supaya kita mengerti bagaimana arti cinta yg seutuhnya." Dia mengangguk sejenak, dan kembali bertanya, "Tapi aku pingin seseorang ini tetap gak berubah dan tetap selalu memberikan perhatian ke aku, gimana?." Mulai aku lebih bingung dari sebelumnya, setelah aku fikir-fikir, aku juga pernah menjadi layaknya seseorang itu. Dan aku ceritakanlah kisah itu, "Kamu pasti tau aku pernah mencintai seseorang, walaupun cinta itu tak terbalas. Nah, disini aku sadar seseorang berhak memilih dimana tempat ia berlabuh. Sekarang tugas kamu adalah memilih, kalo seseorang itu lebih baik dari orang yg kamu cintai, tidak ada salahnya kamu meninggal orang yg kamu cintai itu. Toh, Cinta itu bukan saling menyakiti. Namun, ingat jgn terburu-buru, karena apabila kamu telah memilih jgn pernah berharap kamu dapat kembali memilih, layaknya pemilu, kamu harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat kembali memilih, ingat suara hati kamu hanya kamu yg bisa mendengar. :)." Dia pun mengangguk, dan aku rasa nasihat itu cukup untuk lebih membuka jalan hati yg mulai ditutupi kabut kegalauan.
Kesimpulannya, bersyukurlah atas segala hal, yakinlah Tuhan selalu memberikan yg terbaik. Dan pilihnya pilihan kamu dgn hati-hati, dengarlah kata hati kamu, karena kata hati akan selalu membimbing kamu menuju jalan yg lebih baik. :)
"...ingat jgn terburu-buru, karena apabila kamu telah memilih jgn pernah berharap kamu dapat kembali memilih, layaknya pemilu, kamu harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat kembali memilih, ingat suara hati kamu hanya kamu yg bisa mendengar. :)"
0 komentar:
Posting Komentar